9/05/2017

Indahnya Dunia


"Telah lama ku di siniMenunggu kau kembaliHatiku tak mungkin memilihJika t'lah mencintaiHingga kiniKutunggu hingga nanti"
 Andien - Indahnya Dunia

Saya lagi suka banget sama lagu diatas yang menurut saya bagus banget, ditambah lagi video klipnya yang keren juga.

Buat saya pribadi lagu ini seakan menyuarakan isi hati gitu, cieelah. Lagu ini tentang kerinduan akan kehadiran sesorang. Ya bisa siapa saja sebenarnya, tergantung yang kamu rindu.

Untuk pasangan yang sudah bertahun-tahun menikah lalu belum dikaruniai buah hati, mereka bisa saja merindukan kehadiran buah hati.

Bisa juga untuk orang-orang yang berkali-kali gagal dalam hubungan percintaan, mereka bisa saja merindukan seseorang yang mencintainya.

Bisa juga untuk orang tua yang lama tidak bertemu anaknya karena dinas atau sekolah di luar kota bahkan luar negeri, mereka bisa saja merindukan kehadiran anaknya di rumah.

Bisa saja apa saja, merindukan apa saja.
.
Pertanyaannya saya merindukan apa?

.
Saya merindukan seseorang.
.
Dengan menatapnya saya menemukan teduh di matanya.
.
Dengan memeluknya saya menemukan kehangatan di tubuhnya.
.
Dengan menggenggam erat tangannya saya menemukan keyakinan bahwa dia bisa saya merasa aman.
.
Dengan bersamanya saya bisa tahu bahwa saya tidak takut menghadapi dunia.
.
Tapi sebelum menghadapi dunia, saya tahu bahwa dia tidak takut menghadapi Ayah saya.


Tidak perlu kita ragu bahwa Tuhan amatlah sangat baik.

Berdoalah maka dia akan memberi.

Saya berdoa agar diberikan seseorang yang penyabar, Dia berikan.

Saya berdoa agar diberikan seseorang yang pekerja keras, Dia berikan.

Saya berdoa agar diberikan seseorang yang sayang sama saya lahir dan bathin, Dia berikan.

Saya berdoa agar diberikan seseorang yang sayang keluarga saya, Dia berikan.
Lalu ini yang paling penting,

Saya berdoa agar diberikan seseorang yang sayang Tuhan, Dia berikan.
.
Dahulu saya selalu menyalahkan keadaan dan bertanya, kenapa begini dan begitu?
Kenapa saya harus bertemu dia? Kenapa saya ga bisa memiliki orang itu? Kenapa semua harus berakhir?
.
Jawabannya adalah karena Tuhan akan membuat semuanya indah pada akhirnya.
.
Semoga kamu memang yang terakhir. Semoga kamu memang jawaban, semoga aku dan kamu bisa menjadi kita, dan semoga dengan bersama kita bisa lebih dekat dengan Tuhan.

Love,
Y!

p.s: can't wait to start a new chapter in our life together and let new adventures begin. Aamiin.

7/12/2016

Selamat Jalan, Prof San.

Tulisan ini saya dedikasikan untuk Alm. Prof. dr. Santoso Cornain, DSc

Saya sungguh beruntung bisa mengenal beliau, walaupun hanya tiga bulan belakangan ini. Awal saya mengenal beliau karena penyakit yang saya alami. Henoch Schonlein Purpura. Beliau sangat baik sekali, ketika saya merasa sudah kehilangan harapan supaya imun saya ini tidak menyerang pembuluh darah kecil beliau menyakinkan saya bahwa semua penyakit pasti ada obatnya. Beliau yakin bahwa saya pasti bisa sembuh, disaat dokter lain bilang kalau saya ga bisa sembuh.

Saya masih ingat pertama kali saya konsul dengan beliau diruangannya, saya sungguh terharu. Beliau menasihati saya dengan penggalan ayat Al-Qur'an bahwa saya harus senantiasa bersyukur dan jangan stress karena bisa memicu penyakit saya menjadi kambuh. Hati saya menjadi sejuk, tidak pernah sesejuk ini ketika pergi ke dokter. Harapan itu ada.

Beliau tidak segan-segan membelikan obat untuk saya, walaupun harganya mahal. Saya selama konsul dengan biaya cuma-cuma alias tidak bayar. Beliau hingga mencarikan jurnal tentang penyakit saya dan mengerti bahwa saya tidak mau memakai steroid, dicarikanlah jalan keluar. Beliau benar-benar dokter sejati. Ini terjadi bukan hanya pada saya, banyak teman-teman saya dikantor pun suka berdiskusi dengan beliau soal penyakitnya, beliau selalu menyempatkan waktu dan kadang beliau sendiri yang mencari kita, menanyakan keadaan kita.

Saya pernah ketika penyakit saya kambuh, saya sms beliau ingin menelpon beliau dengan baik hati membalas sms saya padahal dia sedang praktek saat itu dan habis meeting di RS. Gading Pluit. Beliau mendengarkan keluhan saya, menyuruh saya untuk istirahat. Besoknya beliau, menelpon saya menanyakan bagaimana keadaan saya, lusanya pun juga. Saya sungguh terharu. Saya benar-benar banyak hutang budi terhadap beliau.

Tiba-tiba seperti disambar petir, kabar itu muncul. Beliau jatuh sakit, kena Stroke. Saya ingat sekali, hari itu hari Rabu. Siangnya saya diskusi dengan beliau mengenai obat yang saya gunakan, lalu dia memberikan obat baru dan menyuruh saya untuk segera cek darah. Saya berterima kasih kepada beliau saya tidak pernah memberikan apapun sama beliau, namun beliau begitu baik sama saya. Saya tahu obat itu tidak murah, namun beliau begitu berdedikasi ingin menyembuhkan saya karena dia yakin saya pasti bisa sembuh.

Rabu malam itu beliau terkena stroke saat berada di tempat prakteknya, di RS. Abdi Waluyo. Saya baru dapat kabar pas sahur. Sungguh kaget bukan kepalang karena saya masih ngobrol sama beliau siang itu. Kamis siang saya menjenguk beliau di ICU RS. Abdi Waluyo, saya sedih sekali. Saya todak pernah melihat beliau begitu lemah, terbaring dirumah sakit. Beliau saat itu sadar, tangan dan kaki bisa begerak namun beliau tidak bisa berbicara. Di tengah sakitnya beliau masih bisa memberikan kode ke saya, beliau bertanya "apakah kamu sudah tes darah?" sungguh hati pasien mana yang tidak remuk, saya sedari tadi menahan tangis, ya Allah disaat seperti itu saja beliau masih ingat dengan saya, penyakit saya, padahal beliaupun sedang sakit.

Itulah pertemuan terakhir saya dengan Prof San. Sampai akhirnya beliau meninggal hari ini 12 Juli 2016. Saya sungguh sedih, saya tidak pernah menemukan dokter sebaik beliau. Tidak pernah menemukan dokter yang sebegitu besar dedikasinya terhadap bidang kesehatan. Beliau adalah contoh teladan untuk dokter-dokter muda. SCI-Kalgen kehilangan, FKUI kehilangan, Bangsa Indonesiapun kehilangan sosok dokter yang sangat bersahaja ini.

Terima kasih ya, Prof. Prof pasti dapat tempat yang terbaik disisi-Nya. Insya Allah khusnul khotimah. Tenang saja saya masih yakin bahwa saya pasti bisa sembuh. Terima kasih, Prof untuk semuanya. Sampai jumpa lagi ya, Prof.

Salam hormat dan cinta,
Yuli.

Photo by: Pak Ahmad Utomo

1/23/2016

terkadang itu yang aku takutkan, ketika kau merasa menemukan, dan itu bukan aku yang kau temukan. 
(Kharisma P. Lanang)

Kamu terlalu ingin untuk mencintai secara sederhana, sehingga tak melihat ada aku disini yang secara sederhana memerhatikanmu dari jauh. Jauh sekali hingga tangan ini dan mungkin hati ini tak sanggup meraihnya. Tak apa kau tak jadi pacarku, kau masih berada di bumi saja aku sudah merasa bahagia. Begitulah kata Pidi Baiq :)